Voice over Indonesia yang bagus itu langka. Kebanyakan TTS terdengar kayak robot jadul yang lagi ngaji, bukan manusia. ElevenLabs? Mereka bikin hype gede soal voice cloning dan naturalness. Tapi gimana performanya buat bahasa kita? Saya tes langsung. Ini hasilnya.

 

Pengalaman Pertama: “Wah, Ini Beneran Beda”

Langsung coba di elevenlabs.io, interface-nya clean. No BS. Upload sample suara teman saya (30 detik), tunggu 2 menit, dan voila—clone voice jadi. Tapi yang bikin terkejut: bahasa Indonesia-nya nggak cadel.Review Elevenlabs

Deep Dive: Tes Kualitas Bahasa Indonesia

Test 1: Nama dan Kata Lokal

Coba prompt: “Budi pergi ke warung di Cikajang beli gorengan.” Hasilnya? Aksen Jawa Sunda-nya keluar natural. Bukan sekadar baca teks, tapi ada intonasi naik turun yang masuk akal.

Yang biasa jadi masalah di TTS: prosody (ritme dan tekanan). ElevenLabs pakai model generatif yang laten, jadi dia belajar pattern dari training data-nya sendiri. Kalau voice-nya native, output-nya ikutan terasa native.

Test 2: Angka dan Singkatan

Tes “Harga Rp 15.000, buka jam 09.00 WIB.” Kebanyakan TTS baca “r-p” atau “jam nol sembilan”. ElevenLabs? “Lima belas ribu rupiah” dan “jam sembilan pagi”. Context-aware meski nggak 100% sempurna.

Baca:  Review Invideo Ai: Bikin Video Youtube Modal Teks Doang, Bagus Gak?

Kontrol Parameter: Mainin Emosi dan Style

Di panel “Voice Settings”, ada tiga slider: Stability, Similarity Boost, dan Style Exaggeration. Ini bukan gimmick.

  • Stability (0-100): Nilai tinggi = monotone, nilai rendah = lebih ekspresif tapi bisa “ngaco”. Sweet spot buat Bahasa Indonesia: 40-60.
  • Similarity Boost: Penting buat voice cloning. Tropang ke 70% buat preserve aksen asli.
  • Style Exaggeration: Hati-hati. Nilai tinggi bikin suara terlalu drama. Buat konten edukasi, keep it low.

Pro tip: Kalau mau suara Indonesia yang santai tapi profesional, Stability 50 + Similarity Boost 65 itu magic number.

Use Cases Nyata yang Sudah Saya Coba

1. Voice Over YouTube (Tanpa Mikrofon)

Bikin channel review gadget tapi suara cempreng? Clone voice teman yang bagus, terus generate script. Sebulan bisa 30 video. Cost? $5 per bulan.

2. IVR dan Customer Service

Bank lokal yang saya konsultasi coba implementasi. “Tekan 1 untuk bahasa Indonesia” terdengar lebih manusiawi. Turnaround time dari 3 minggu jadi 3 hari.

3. Audiobook Bahasa Indonesia

Coba konversi novel 200 halaman. Per chapter butuh 5 menit generate. Total cost sekitar $15-20. Bandingkan hire voice artist: Rp 2 juta per jam.

Keterbatasan: Nggak Semuanya Sempurna

Mari kita jujur. Ada beberapa gotcha:

  • Kata serapan Inggris: “Startup” kadang jadi “stahrt-up” dengan pause aneh. Perlu manual edit.
  • Emosi ekstrem: Marah atau sedih masih terdengar “acted”. Belum sama level voice actor profesional.
  • Latency: Generate 10 menit audio butuh 3-5 menit. Kalau butuh real-time, masih belum.
  • Ethical grey area: Clone voice tanpa consent bisa jadi masalah hukum. ElevenLabs minta verbal consent, tapi enforcementnya lemah.

Bandingkan: ElevenLabs vs Lokal vs Big Tech

ParameterElevenLabsGoogle TTS IDAzure IDLocal Startup X*
Naturalness9/107/106.5/105/10
Aksen Lokal8/10 (clone)6/10 (generic)5/107/10
Harga/1k char$0.18$4 per 1jt karakter$1 per 1jt karakterFree (beta)
Voice Cloning✓ (1-5 menit)✓ (tapi butuh 1 jam)
LatensiMediumFastFastSlow
Baca:  Capcut Desktop Vs Premiere Pro Ai: Edit Video Tiktok Lebih Cepat Mana?

*Nama disamarkan, startup lokal dengan data training terbatas

Tips Praktis: Maksimalkan Hasil untuk Bahasa Indonesia

  1. Prompt engineering untuk prosody: Tambah tag [sigh], [laugh], atau … (ellipsis) untuk pause natural. Misal: “Harga mahal sih… tapi worth it.”
  2. Pre-processing teks: Ganti “Rp” jadi “rupiah” di script. Hasil lebih konsisten.
  3. Layering audio: Generate per kalimat, lalu gabung di Audacity. Bisa adjust pacing manual.
  4. Test voice sample panjang: Kalau clone voice, kasih sample 2-3 menit dengan variasi emosi. Jangan cuma baca teks datar.

Ingat: Garbage in, garbage out. Kualitas input sample voice menentukan 70% hasil akhir.

Verdict: Worth It atau Skip?

Untuk content creator solo atau startup yang butuh voice over skala cepat, ElevenLabs itu game-changer. Ratio kualitas-harga nggak ada tandingannya.

Tapi kalau lu butuh broadcast quality untuk iklan TV atau film, masih belum menggantikan voice actor. Gunakan sebagai draft atau filler.

Yang paling bikin saya excited: potensi hyperlocal TTS. Bayangin clone voice Pak RT, ibu-nya warung, atau karakter lokal. ElevenLabs bikin itu jadi feasible.

Final score untuk Bahasa Indonesia: 8.5/10. Kurang 1.5 karena latency dan edge case kata serapan. Sisanya? Ini alat yang bakal saya pakai setiap minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Descript Review: Edit Video Semudah Edit Dokumen Word (Fitur & Harga)

Edit video itu bikin pusing? Timeline yang rumit, cut-frame yang bikin mata…

Capcut Desktop Vs Premiere Pro Ai: Edit Video Tiktok Lebih Cepat Mana?

Pernah ngerasa kayak dikejar setoran sama tren TikTok? Baru selesai edit satu…

5 Tools Ai Pengubah Suara (Voice Changer) Terbaik Untuk Streaming Game

Streamer pemula pasti pernah ngerasa: “Suara gue biasa banget, gimana caranya bikin…

Review Invideo Ai: Bikin Video Youtube Modal Teks Doang, Bagus Gak?

Bayangin: lo punya ide video YouTube yang viral-worthy, tapi terjebak ngedit 6…