Midjourney memang juaranya, tapi bayar 10-30 dollar per bulan? Sakitnya di sini, di kantong. Sementara itu, di pojok internet ada Leonardo.ai yang menawarkan kualitas jaw-dropping tanpa minta kartu kreditmu dulu. Tapi tunggu, ini bukan soal “gratis tapi jeblok”—ini soal alat yang bisa bikin kamu lupa kalau pernah ada Midjourney.
Kenapa Leonardo.ai Bukan Sekadar “Gratisan Biasa”

Bayangkan punya mesin gambar AI yang tiap hari ngasihmu 150 token gratis. Itu sekitar 15-20 generasi per hari kalau kamu pake setting standard. Cukup buat bikin konsep karakter, mockup produk, atau sekadar puas-puasin prompt di tengah malam.
Yang bikin beda: kontrol total. Di Midjourney, kamu taruh prompt dan doa. Di Leonardo, kamu bisa atur ukuran canvas, pilih model khusus anime atau fotorealistik, bahkan edit gambar langsung di canvas. Ini bukan cuma generator, ini creative suite mini.
Model AI yang Bisa Kamu Pilih
Leonardo punya 10+ model built-in: Leonardo Diffusion XL buat hasil tajam, RPG buat karakter game, DreamShaper buat seni digital. Tiap model punya personality sendiri. Aku pernah coba generate “cyberpunk grandma” pakai model RPG vs XL—hasilnya beda banget, yang satu badass ala karakter game, yang lain kayak foto dokumenter futuristik.
Daftar & First Generation: 3 Menit Jadi
Gak perlu Discord yang bikin pusing. Cukup email, Google, atau Apple login. Langsung masuk dashboard, dan voila—token gratis sudah menunggu. Ini langkah konkretnya:
- Kunjungi leonardo.ai, klik “Create an Account”
- Pilih login method (Google paling cepat)
- Verifikasi email (kalau pakai email manual)
- Klik “AI Image Generation” di dashboard
- Ketik prompt pertamamu di kolom utama
- Pilih model (coba Leonardo Diffusion XL dulu)
- Atur aspect ratio (16:9 untuk wallpaper, 1:1 untuk Instagram)
- Klik “Generate” dan tunggu 10-30 detik
Fitur yang Bikin Ketagihan: Alchemy & Prompt Magic
Ini secret sauce-nya. Prompt Magic V3 adalah expander otomatis yang nambah detail ke prompt-mu. Ketik “a knight,” dia ubah jadi “a detailed knight in ornate silver armor, dramatic lighting, epic fantasy art, highly detailed, 8k”. Hasilnya langsung next level tanpa kamu mikir keyword teknis.
Lalu ada Alchemy—bukan refiner biasa. Ini prosesor gambar yang nge-boost koherensi, warna, dan detail. Nyalakan Alchemy, token cost jadi 2x, tapi trust me, untuk final artwork worth it banget. Aku pernah generate portrait tanpa Alchemy: bagus. Dengan Alchemy: stunning, detail rambut sampe ke helaian.
Canvas Editor: Photoshop Meets AI
Ini yang bikin Midjourney kalah jauh. Kamu bisa upload gambar, lalu select area tertentu dan “inpaint” dengan prompt baru. Ada gambar karakter tapi mau ganti baju? Select bajunya, ketik “golden silk dress”, selesai. Atau “outpaint” untuk expand canvas. Pernah aku punya gambar 1:1 mau jadi wallpaper ultrawide—tinggal expand ke kiri kanan, AI ngisi otomatis tanpa seam.
Head-to-Head: Leonardo.ai vs Midjourney
Ok, mari kita jujur. Midjourney punya aesthetic sense yang lebih konsisten—hasilnya selalu “cantik” meski prompt amburadul. Leonardo butuh prompt yang lebih terstruktur, tapi memberi kontrol lebih.
| Aspek | Leonardo.ai | Midjourney |
|---|---|---|
| Free Tier | 150 token/hari (~4500/bulan) | 25 menit GPU (~100 generasi) cuma trial |
| Kontrol Model | Bebas pilih 10+ model | Hanya model default (kecuali parameter) |
| Canvas Editor | Ada, built-in | Tidak ada, harus eksternal |
| Prompt Engineering | Butuh lebih spesifik | Lebih toleran, lebih “magis” |
| Kecepatan | 10-30 detik/generasi | 30-60 detik di Relax mode |
| Harga Paid | $10-48/bulan | $10-60/bulan |
Tips Pro untuk Hasil Midjourney-Level
Setelah berminggu-minggu eksperimen, ini formula yang bikin Leonardo ngasir hasil premium:
- Pakai prompt structure: [subject] + [style] + [technical details]. Contoh: “portrait of elderly fisherman, oil painting style, Rembrandt lighting, 8k, highly detailed”. Jangan asal ketik seperti ngobrol.
- Token management: Generate tanpa Alchemy dulu buat drafting. Cek hasil, kalau ada yang menjanjikan, upscale dengan Alchemy. Hemat token 50%.
- Mixed model: Buat karakter, generate di RPG model, lalu upscale di XL model. Kombinasi ini bikin detail lebih kaya.
- Negative prompt is key: Tulis apa yang tidak mau: “blurry, bad anatomy, extra limbs, watermark”. Ini filter janky result.
Batasan yang Harus Kamu Terima
Leonardo.ai bukan sempurna. Free tier punya rate limit—kalau generate 20 gambar dalam 1 menit, sistem bakal throttle kamu. Juga, model terbaru kadang rollout dulu ke user paid. Prompt Magic juga bisa “overcook”—hasilnya terlalu busy kalau prompt-mu sudah detail.
Yang paling kritis: konsistensi karakter masih kalah dari Midjourney. Buat project komik yang butuh karakter sama di tiap panel, Leonardo butuh seed dan manual tuning lebih banyak. Midjourney parameter –cref masih lebih powerful.
Harga: Free Cukup, Paid Untuk Pro
Free tier: 150 token/hari, 1 job concurrent. Cukup buat hobi atau content creator ringan. Apprentice ($10): 8,500 token/bulan, private generations. Artisan ($24): 25,000 token, 5 concurrent jobs. Maestro ($48): 60,000 token, prioritas server.
Bandungkan: Midjourney Basic $10 cuma 3.3 jam GPU (~200 generasi). Leonardo Apprentice sama harga, dapat 8,500 token yang bisa jadi 800+ generasi kalau pakai efisien. Value for money jelas.
Verdict: Leonardo.ai adalah game-changer buat kamu yang mau kualitas Midjourney tanpa merogoh kocek. Kalau butuh kontrol maksimal dan editing built-in, ini pilihan no-brainer. Tapi kalau prioritas konsistensi karakter dan aesthetic otomatis, Midjourney masih rajanya—tapi bayar lebih. Mulai dari free tier, eksperimen seminggu, lihat apakah workflow-mu cocok. Aku sendiri sekarang 70% pakai Leonardo, 30% Midjourney cuma untuk fine-tuning final. Hemat uang, hasil tetep fire.




